Hai Minimalism !!

Gaya hidup adalah perilaku manusia yang dipilih dalam melakukan kegiatan sehari hari, dalam membuat keputusan, dan mengenai daya tarik manusia terhadap sesuatu sesuai dengan tujuan yang diharapkannya. Hal ini akan menggambarkan sosok pada manusia tersebut sehingga akan timbul image yang dibawakannya.

Gaya hidup minimalis atau sering dikenal dengan minimalism adalah gaya hidup yang menggambarkan perilaku manusia dalam melakukan kegiatan dan membuat keputusan, gaya hidup ini merupakan pilihan bagi mereka yang menginginkan atau membutuhkan sesuai dengan tujuan masing masing individunya. Dalam gaya hidup minimalis ini manusia cenderung pada melakukan kegiatan seperlunya dan melakukan pengambilan keputusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.  Di dalam gaya hidup minimalis ini dapat berdampak pada beberapa aspek, diantaranya adalah aspek keuangan, aspek kejiwaan, aspek sosial dan dalam pekerjaan.

Mengenai aspek keuangan, bagi mereka yang memilih gaya hidup minimalis akan memutar otak untuk melakukan kegiatan jual beli baik dalam bisnisnya maupun dalam kehidupan sehari harinya. Mereka yang memilih gaya hidup minimalis akan membeli barang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan akan menjual barang yang dirasa memang sudah tidak begitu diperlukan, karena kembali pada konsep minimalis adalah “melakukan seperlunya” jika dirasa tidak perlu maka tidak akan dilakukan begitupun bagaimana mereka melakukan hal tersebut terhadap barang yang dimilikinya. Sehingga hal ini akan menyebabkan penyimpanan barang yang dimilikinya akan terbatas, namun disini bagi mereka yang memilih gaya hidup minimalis meskipun hanya memiliki sedikit barang bukan berarti mereka tidak mampu memiliki atau membeli barang yang banyak, mereka hanya memfilter apa saja yang perlu disimpan dan dimilikinya. Dalam membeli barang bagi mereka yang memilih gaya hidup minimalis akan memprioritaskan pada kualitas barang tersebut, selain itu model juga menjadi point yang perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang umur ekonomis barang tersebut. Dengan kualitas yang baik hingga sangat baik tentu akan berdampak pada barang tersebut akan tidak mudah rusak sehingga tidak perlu membeli barang lagi dalam waktu dekat. Kemudian mengenai model, barang yang dipilih bagi mereka penganut gaya hidup minimalis akan cenderung memilih model yang minimalis pula, minimalis yang dimaksud disini adalah model yang tidak begitu banyak perniknya dan akan menampilkan kesan simple, hal ini dilakukan supaya model tersebut dapat tetap digunakan dari jaman ke jaman sehingga bagi mereka penganut gaya hidup minimalis tidak akan mudah untuk tertarik oleh gelombang tren pada masa tersebut.

Bagi mereka penganut gaya hidup minimalis akan merubah mind set atau pola pikirnya menjadi lebih sederhana, karena bagi mereka yang telah memilih gaya hidup minimalis telah mengetahui mana yang diperlukan dan mana yang harus dibuang, begitupun dengan pola pikir mereka akan dikelola mana yang perlu dipikirkan dan mana yang perlu di abaikan, sehingga tak jarang dari mereka penganut gaya hidup minimalis akan tidak mudah stress. Karena pada hakikatnya kita akan memerlukan berpikir “bodo amat” untuk menghadapi setiap bagian hidup kita. Namun kembali lagi bahwa hal tersebut perlu digaris bawahi, karena berpikir bodo amat ini harus sesuai dengan tempatnya, yang terpenting tidak merugikan orang lain, agama, negara, dan tentunya diri sendiri. Karena mereka penganut gaya hidup minimalis akan melakukan daftar prioritas sehingga hal yang akan dilakukan akan lebih mudah karena ditangan yang terpenting dahulu, karena mereka sadar bahwa manusia penuh dengan kelemahan dan kekurangan, namun hal tersebut bukan untuk diratapi tetapi di kelola dan ditempatkan pada tempat semestinya sehingga ketika kita tahu apa tujuannya maka akan terfokus pada tujuan tersebut dan akan lebih mudah untuk menyusun daftar prioritas sehingga hidup akan lebih mudah dan terarah.

Namun akan sedikit menyimpang pada aspek sosial, kita telah lama mengenal istilah sosialita yaitu bagi mereka yang kaum sosial akan cenderung menggunakan barang yang tentunya tidak minimalis dan akan menyesuaikan dengan tren yang ada, namun disini perlu ada disclaimer “tidak semua kaum sosial seperti itu” namun biasanya untuk mengimbangi pembicaraan yang ada untuk mengimbangi istilah “keren” akan berpenampilan dan melakukan hal sesuai dengan trennya sehingga akan menyimpang dengan konsep hidup minimalis disini, karena coba dibayangkan jika kita memakai baju yang itu itu saja mungkin akan menjadi cletukan “baju loe kok nggak ganti ganti sih, gak dicuci ya?” padahal untuk mencuci baju sehari sampai dua hari aja udah beres tapi ketika dipakai lagi dipakai lagi para netizen akan sepeka itu. Padahal konsep gaya hidup minimalis adalah melakukan sesuatu seperlunya sesuai dengan tujuannya, jika dirasa baju tersebut masih pantas digunakan meskipun jumlahnya minim dan akan sering dipakai secara berulang mereka akan berfikir bodo amat pada cletukkan tersebut karena fungsi baju adalah untuk menutup aurat dan selama masih pantas akan tetap digunakan meskipun orang yang melihatnya akan bosan( mungkin bagi yang memperhatikan) dan hal ini akan sulit dilakukan oleh kaum sosialita kecuali bagi mereka yang memiliki prinsip yang kuat.

Di dalam hal pekerjaan, gaya hidup minimalis ini akan memudahkan untuk menjalankan pekerjaan yang dimilikinya, meraka paham bagaimana memilah hal yang diperlukan dan mana yang tidak, sehingga pekerjaan akan mudah diselesaikan karena mereka sadar akan makna tujuan dan prioritas. Dalam menghadapi pekerjaanpun perlu memperhatikan tujuan dan prioritas untuk memudahakan pekerjaan tersebut mencapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena kembali lagi pada tujuan dan fungsi yang dijalankan untuk efisiensi pekerjaan tersebut.

Sehingga bagi mereka penganut gaya hidup minimalis bukan lagi dipandang tidak mampu, namun semakin berkembangnya jaman gaya hidup minimalis justru akan memberikan kesan elegan dan wah, karena tidak mudah ikut gelombang tren dan mengutamakan kualitas, kemudian atas prinsip tersebut pula bagi mereka yang menganut gaya hidup minimalis akan terlihat lebih berwibawa karena gaya hidup minimalis sendiri memiliki konsep "less is more" yaitu meminimalkan hal yang tidak begitu perlu untuk memaksimalkan tujuan dan kualitas yang didapatkan. 

Sehingga hanya mereka kaum berkelas dan berkualitas yang mampu menjalani gaya hidup minimalis.

Postingan Populer