Kita,kami,aku dan kamu adalah makhluk sosial. Tapi jangan lupa juga manusia.

Ada yang selalu datang tapi tak selamanya bertahan. Ada yang selalu membuat senang tapi tak jarang juga membuat gelisah. Kita, kami, aku dan kamu adalah makhluk sosial. Tolong menolong, rasa simpati, menjadi kesekian pakaian yang menjadi identitas seseorang, yang tetap harus dikenakan dan tak boleh dilepas. Manusia selalu dipacu untuk maju baik dorongan dari pihak belakang panggung maupun ditarik teman yang ada di depannya, tapi tak lupa bahwa setiap manusia memiliki kecepatan masing masing. Ada yang habis di service nih dari bengkel jadi melaju kencang tanpa ragu, ada yang udah waktunya di service tapi belum ada kesempatan untuk menservice, akibatknya jangankan untuk melaju kencang, berjalanpun diragukan dapat bertahan. Sama halnya dengan manusia, kami, kita, aku dan kamu pun sama, tidak pernah tahu di balik tirai dari sebuah pertunjukkan, tapi kita sering menjudge dari apa yang terlihat di panggung, tanpa pernah ada lintasan pikiran mengenai bagaimana mereka mempersiapkan di belakang tirai. Setiap komentar adalah menghargaan, dimana setiap ada komentar maka dari situ pertunjukan sukses dilakukan, sukses mendapatkan perhatian. Kemuadian dimana letak kesalahannya? Kurangnya adab dalam berkomentar yang mulai terlupakan dan ketinggalan. Perlu diingat bahwa sebagai setiap manusia kita memang terbentuk dengan adanya batasan. Batasan inilah yang membentuk adab dan tata krama tersebut, namun semakin kesini jutru dengan tidak ada batasan malah semakin dipercaya, kamu tahu kenapa? Semakin banyak orang ingin tahu berlebih, ambisi yang tidak dikontrol maka bataspun terlewatkan. Dapat dipetik dari sini bahwa dengan melewatkan makna dari batasan, kita jadi terlena dengan arti sebuah batasan, padahal dengan adanya batasan ketentraman akan mudah dirasakan, kita ,kami, aku dan kamu dapat berdiri tegak pada posisi kita masing masing, dengan kita paham akan makna tersebut kita akan mengerti arti dari makhluk sosial itu sendiri, arti saling menghargai, menghormati dan tolong menolong dengan mengetahui posisi masing masing sebagai sosok yang harus disayangi dirinya sendiri, yang harus bisa berdiri tegas dan tegap di posisinya yang kini kusebut dengan MANUSIA.

Postingan Populer